EYD dan Teknis Ejaan
Berikut adalah tabel perbandingan pembakuan tata bahasa Indonesia pada tiga aspek utama linguistik, yaitu sintaksis, morfologi, dan ujaran/ucapan (fonologi/fonetik). Tabel ini menjelaskan secara ringkas perbedaan fokus kajian, contoh pembakuan, serta penerapannya dalam Bahasa Indonesia menurut pedoman resmi (seperti PUEBI dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia).
📊 Tabel Perbandingan Pembakuan Tata Bahasa Indonesia
| Aspek Linguistik | Fokus Kajian | Contoh Pembakuan | Penjelasan / Contoh Praktis |
|---|---|---|---|
| 1. Sintaksis | Struktur kalimat (susunan kata menjadi frasa/kalimat) | Urutan subjek–predikat–objek–keterangan (SPOK); Kalimat efektif; Kalimat baku | ✔ Kalimat baku: Dia membaca buku di perpustakaan. ✘ Tidak baku: Di perpustakaan membaca buku dia. |
| 2. Morfologi | Struktur dan bentuk kata (imbuhan, reduplikasi, pemajemukan) | Imbuhan me-, pe-, ber-, ter-; reduplikasi; gabungan kata | ✔ Baku: bermain, memasak, buku-buku ✘ Tidak baku: maen, masak-masak (jika tidak sesuai konteks) |
| 3. Ujaran / Ucapan (Fonologi & Fonetik) | Bunyi bahasa dan pelafalan | Pelafalan fonem baku /a/, /e/, /r/, /ng/; Intonasi dan tekanan yang sesuai kaidah | ✔ /r/ diucapkan dengan jelas dalam peraturan ✔ /e/ dibedakan antara é (terang) dan ê (redup) ✘ “nggak” dalam teks formal → seharusnya “tidak” |
📌 Penjelasan Singkat Setiap Aspek
🟢 1. Sintaksis
-
Berkaitan dengan struktur kalimat dan hubungan antarunsur (subjek, predikat, objek, dll.).
-
Pembakuannya bertujuan agar kalimat efektif, logis, dan jelas.
-
Diatur dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia dan diajarkan dalam struktur kalimat baku.
🟡 2. Morfologi
-
Berkaitan dengan bentuk kata dan pembentukannya, termasuk imbuhan, pengulangan, pemajemukan.
-
Penting untuk membedakan arti dan fungsi kata.
-
Contoh pembakuan: berjalan, bukan jalan-jalan jika maknanya aktivitas menuju suatu tempat.
🔵 3. Ujaran/Ucapan (Fonologi/Fonetik)
-
Berhubungan dengan pengucapan bunyi bahasa secara tepat (fonem, tekanan, intonasi).
-
Pembakuan terjadi dalam pelafalan dalam situasi formal.
-
Contoh: kata perpustakaan harus diucapkan lengkap, tidak disingkat pustek dalam konteks resmi.
- PERANCANGAN, KERJAKAN (DITULIS/ DIKETIK) TUGAS PROYEK DALAM BENTUK TABEL TENTANG BUKU PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA TERSEBUT.
- PELAKSANAAN, TUGAS PROYEK BEDAH BUKU
- PELAPORAN TERTULIS, CARA DITULIS TANGAN ATAU KETIKAN, BERKAS TUGAS BERUPA (PDF/FOTO/PPT),
- LEMBAR KERJA >> Mulai<<




Guna nya di catat buat apa ?
BalasHapusKalo untuk di kumpulkan dan di periksa .saya rasa gag ada faedahnya. Lagian zaman sekrang semua nya serba di gital. Saran dari pada di catat mending di jelaskan materi nya dan ambil ksimpulan nya.
Informasi membaca sumber bacaan lebih banyak ilmu pengetahuan yang didapatkan, menyimak sedikit info yang didapatkan. kegunaan mencatan adalah berkaitan dengan daya tahan ingatan Anda. dengan mencatat informasi dari sumber atau bacaan wawasan kita dapat bertambah, kemudian jika kita bisa mendapatkan informasi lebih maka kita dapat membantu orang lain dengan cara menyalurkan informasi yang telah kita dapat ke orang yang membutuhkan tersebut. di era serba di gital metode ceramah kurang laku lagi.
Hapus