Bahasa Indonesia dan Era Globalisasi
📘 MODUL
AJAR BAHASA INDONESIA
Mata
Kuliah: Bahasa Indonesia
Topik:
Bahasa Indonesia dan Era Globalisasi
Program
Studi: Semua Prodi (Lintas Fakultas)
Semester:
1
SKS:
2
Dosen
Pengampu: MEGI VORNIKA, M.Pd
Mata
kuliah ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bernalar
logis, dan menyampaikan gagasan secara tertulis maupun lisan dalam Bahasa
Indonesia yang baik dan benar. Mahasiswa diarahkan untuk memiliki kemandirian
belajar, mampu berpikir global, serta tetap menjunjung tinggi identitas
dan budaya nasional, termasuk bahasa.
|
Kode CPMK |
Capaian Pembelajaran Mahasiswa |
|
CPMK-1 |
Mahasiswa
mampu memahami fungsi dan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
dalam era globalisasi. |
|
CPMK-2 |
Mahasiswa
mampu menganalisis tantangan dan peluang Bahasa Indonesia dalam konteks
global secara kritis. |
|
CPMK-3 |
Mahasiswa
mampu menyusun teks argumentatif (esai ilmiah) menggunakan Bahasa Indonesia
baku dan akademik. |
|
CPMK-4 |
Mahasiswa
menunjukkan sikap bangga dan bertanggung jawab dalam menggunakan Bahasa
Indonesia sebagai bagian dari identitas nasional. |
- Menjelaskan
pengaruh globalisasi terhadap dinamika bahasa nasional.
- Mengidentifikasi
bentuk-bentuk pelemahan dan penguatan Bahasa Indonesia dalam ranah
akademik dan publik.
- Menulis
esai reflektif-kritis terkait posisi Bahasa Indonesia dalam era
globalisasi.
- Mempraktikkan
penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam diskusi dan
presentasi.
|
Aspek |
Deskripsi |
|
Student
Centered Learning |
Mahasiswa
aktif mengeksplorasi isu bahasa dan globalisasi melalui diskusi, tugas, dan
refleksi. |
|
Real-Life Task |
Mahasiswa
menulis esai ilmiah dan membuat kampanye mini digital (opsional) tentang
pentingnya bahasa nasional. |
|
Collaborative
Learning |
Diskusi
kelompok, presentasi kelas, dan kerja tim memperkuat soft skills. |
|
Assessment for Learning |
Penilaian
dilakukan secara formatif dan sumatif untuk memantau perkembangan
keterampilan dan pemahaman. |
Modul
ini membahas bagaimana Bahasa Indonesia berperan di tengah arus globalisasi
yang semakin deras, termasuk tantangan dominasi bahasa asing dan peluang
internasionalisasi Bahasa Indonesia. Mahasiswa akan dilatih untuk mengembangkan
sikap kritis terhadap fenomena kebahasaan, menyusun pendapat akademik, serta
membangun kesadaran akan pentingnya menjaga identitas nasional melalui bahasa.
1.
Pemahaman Konteks Globalisasi dan Bahasa
- Kegiatan:
- Diskusi
interaktif: Apa itu globalisasi? Bagaimana pengaruhnya terhadap budaya
dan bahasa?
- Pemutaran
video edukatif (contoh: perkembangan BIPA, penggunaan bahasa asing di
ruang publik).
- Analisis
artikel pendek dari media masa atau jurnal populer.
- Penugasan
Mandiri:
- Mahasiswa
membuat catatan reflektif (300 kata) berjudul "Bahasa Indonesia
dan Saya di Era Globalisasi."
2.
Tantangan dan Peluang Bahasa Indonesia
- Kegiatan:
- Diskusi
kelompok mengenai tantangan dan peluang bahasa Indonesia (dengan studi
kasus).
- Presentasi
hasil diskusi di kelas.
- Penugasan
Mandiri:
- Mahasiswa
menulis esai argumentatif (500–700 kata) dengan tema: “Bahasa
Indonesia dalam Pusaran Globalisasi: Haruskah Kita Cemas atau Optimis?”
3.
Komunikasi Akademik & Sikap Bahasa
- Kegiatan:
- Simulasi
diskusi akademik: debat mini pro-kontra penggunaan istilah asing.
- Penguatan
penggunaan Bahasa Indonesia yang baku dalam forum ilmiah.
- Penugasan
Mandiri:
- Mahasiswa
menyusun draft teks presentasi ilmiah berbasis esai yang telah ditulis.
4.
Presentasi & Refleksi
- Kegiatan:
- Presentasi
individu/kelompok: hasil analisis dan esai.
- Refleksi
bersama: Apa peran mahasiswa dalam menjaga eksistensi Bahasa Indonesia?
- Tugas
Akhir Modul:
- Mengunggah esai final dan refleksi
pribadi di platform pembelajaran Literasi Digital adalah Link: https://makalahyo.blogspot.com/2021/09/bahasa-indonesia-dan-era-globalisasi.html
G.
Penilaian
Komponen
Penilaian:
|
Aspek |
Bobot (%) |
|
Keaktifan
Diskusi & Kolaborasi |
20% |
|
Catatan Reflektif |
10% |
|
Esai
Argumentatif |
40% |
|
Presentasi Ilmiah |
20% |
|
Refleksi
Akhir |
10% |
|
Total |
100% |
Rubrik
Esai Argumentatif (Skala 0–100):
|
Kriteria |
Indikator |
|
Struktur
Esai |
Tesis,
argumen, simpulan jelas |
|
Argumentasi |
Kritis, logis, berbasis data/referensi |
|
Bahasa |
Baku,
akademik, sesuai EYD |
|
Kreativitas |
Gagasan orisinal dan segar |
H.
Sumber Belajar dan Referensi
- Buku
“Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, sumber bacaan di dalam (Silabus/
RPS).
- Artikel
jurnal ilmiah terkait bahasa dan globalisasi (Sinta/DOAJ/Google Scholar).
- Media
daring: Kemendikbudristek, Badan Bahasa, BIPA, dll.
- Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan PUEBI.
I.
Penguatan Nilai
|
Nilai |
Implementasi dalam Modul |
|
Mandiri
dan Aktif |
Mahasiswa
merancang opini dan refleksi pribadi terkait topik |
|
Kritis dan Kreatif |
Mahasiswa
menganalisis isu sosial-bahasa dan menyusun solusi |
|
Kolaboratif |
Diskusi
dan presentasi dilakukan secara kelompok |
|
Global dan Kontekstual |
Topik
disesuaikan dengan realitas global dan tantangan lokal |
|
Beridentitas
Nasional |
Penekanan
pada penggunaan Bahasa Indonesia sebagai wujud nasionalisme |
Modul
ini bertujuan bukan hanya untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan berbahasa
yang baik, tetapi juga membentuk karakter kebahasaan yang nasionalis namun
tetap adaptif terhadap arus global. Melalui pemikiran kritis, sikap terbuka,
dan kebanggaan terhadap bahasa nasional, mahasiswa diharapkan mampu menjadi
agen pelestari dan pengembang Bahasa Indonesia di era global.
Topik: Bahasa Indonesia dan Era Globalisasi
Mata
Kuliah: Bahasa Indonesia (Mata Kuliah Umum)
Sasaran:
Mahasiswa Semester 1 (semua program studi)
Bahasa
bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga merupakan simbol identitas,
kebudayaan, dan kekuatan suatu bangsa. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di era
globalisasi saat ini, kedudukan bahasa Indonesia dihadapkan pada tantangan
sekaligus peluang besar.
Globalisasi
membawa pengaruh luas terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk bahasa.
Munculnya arus pertukaran budaya, kemajuan teknologi informasi, serta dominasi
bahasa asing (terutama bahasa Inggris) menjadi tantangan serius bagi eksistensi
bahasa Indonesia. Namun, di sisi lain, globalisasi juga membuka jalan bagi
internasionalisasi bahasa Indonesia melalui berbagai media dan diplomasi
budaya.
Dalam
konteks Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), penting bagi mahasiswa
tidak hanya menguasai bahasa Indonesia sebagai sarana akademik, tetapi juga
memiliki kesadaran kritis terhadap posisi bahasa Indonesia dalam kancah global,
serta mampu berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkannya.
Sejak
diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tahun 1928, Bahasa Indonesia telah menjadi
simbol pemersatu bangsa. Sebagai bahasa nasional dan resmi negara, bahasa
Indonesia tidak hanya digunakan dalam administrasi pemerintahan, pendidikan,
dan media massa, tetapi juga sebagai lambang identitas nasional.
Bahasa
Indonesia berfungsi sebagai:
- Alat
komunikasi antarwarga negara,
- Pemersatu
suku dan budaya yang beragam, dan
- Sarana
pembentuk peradaban bangsa.
Dalam
ruang akademik, bahasa Indonesia juga berfungsi sebagai bahasa ilmiah, yang
digunakan dalam penulisan karya tulis, jurnal, laporan penelitian, dan diskusi
ilmiah.
Meskipun
memiliki peran yang vital, bahasa Indonesia kini menghadapi berbagai tantangan
yang muncul akibat derasnya arus globalisasi. Beberapa tantangan tersebut
antara lain:
- Dominasi
Bahasa Asing di Ruang Publik. Banyak institusi,
perusahaan, hingga lembaga pendidikan menggunakan bahasa Inggris atau
istilah asing dalam komunikasi, slogan, bahkan penamaan produk dan
program. Hal ini seringkali tidak diimbangi dengan penyesuaian ke dalam
bahasa Indonesia.
- Fenomena
Campur Kode dan Alih Kode. Penggunaan bahasa
campuran (code mixing) antara bahasa Indonesia dan bahasa asing, terutama
di media sosial, mengaburkan batas-batas penggunaan bahasa baku. Contoh:
“Aku lagi meeting nih, nanti aku update ya.”
- Penurunan
Minat terhadap Bahasa Indonesia Baku. Banyak generasi
muda cenderung menggunakan bahasa gaul atau tidak baku dalam keseharian,
bahkan dalam situasi formal. Ini berdampak pada rendahnya kemampuan
menulis akademik dan komunikasi formal yang baik.
- Kurangnya
Literasi Bahasa Indonesia Akademik. Banyak mahasiswa belum
terampil menggunakan Bahasa Indonesia untuk menulis ilmiah secara
sistematis dan benar, padahal keterampilan ini sangat penting untuk
menyelesaikan tugas akhir, skripsi, atau publikasi ilmiah.
Di
tengah tantangan, terdapat pula berbagai peluang yang bisa dimanfaatkan untuk
memperkuat eksistensi bahasa Indonesia secara internasional:
- Peningkatan
Minat Warga Asing terhadap Bahasa Indonesia.
Data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menunjukkan bahwa Bahasa
Indonesia telah diajarkan di lebih dari 50 negara melalui program Bahasa
Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Ini menunjukkan daya tarik
bahasa Indonesia sebagai alat diplomasi budaya.
- Potensi
Menjadi Bahasa Resmi ASEAN. Dengan jumlah penutur
lebih dari 270 juta orang, Bahasa Indonesia memiliki potensi menjadi
bahasa resmi dalam kerja sama regional Asia Tenggara, bersaing dengan
bahasa lain seperti Thai dan Malay.
- Digitalisasi
Konten Bahasa Indonesia. Banyak konten digital,
seperti podcast, video edukatif, jurnal online, dan media sosial,
telah menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. Ini memperluas
jangkauan dan penggunaan bahasa Indonesia di kalangan generasi muda
global.
- Diaspora
Indonesia sebagai Agen Promosi Bahasa. Komunitas
diaspora Indonesia di berbagai negara dapat menjadi duta bahasa dan budaya
Indonesia, baik secara formal (melalui pendidikan) maupun informal
(melalui media dan pergaulan).
Sebagai
generasi intelektual dan agen perubahan, mahasiswa memiliki peran penting dalam
menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia di tengah tantangan globalisasi.
Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan mahasiswa antara lain:
- Menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kegiatan akademik,
seperti saat menyusun esai, proposal, skripsi, dan presentasi ilmiah.
- Mempromosikan
bahasa Indonesia melalui media sosial, dengan membuat
konten edukatif, tulisan, atau karya kreatif berbahasa Indonesia.
- Berpartisipasi
dalam lomba penulisan, debat, atau forum ilmiah
yang mendorong penggunaan Bahasa Indonesia secara kritis dan kreatif.
- Menghargai
dan mempelajari kosa kata serta struktur Bahasa Indonesia
secara lebih mendalam, termasuk melalui literasi sastra dan jurnal ilmiah.
- Menjadi
agen literasi bahasa di komunitas kampus atau luar kampus,
seperti dengan mengajar anak-anak atau komunitas melalui pengabdian
masyarakat.
Melalui
kurikulum MBKM, pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan tidak hanya pada
penguasaan teori dan keterampilan dasar, tetapi juga pada kontekstualisasi
pembelajaran dengan dunia nyata. Mahasiswa dapat mengintegrasikan
pembelajaran bahasa dengan:
- Proyek
sosial yang melibatkan komunikasi efektif dalam
Bahasa Indonesia.
- Magang
atau penelitian yang menuntut pelaporan dan dokumentasi
akademik.
- Kampus
Mengajar atau pertukaran mahasiswa, yang menuntut kemampuan
komunikasi dalam konteks formal dan antarbudaya.
Dengan
demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia dalam MBKM tidak hanya membentuk
keterampilan bahasa, tetapi juga sikap nasionalisme, kemampuan berpikir kritis,
dan kesadaran global.
Penutup
Bahasa
Indonesia bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga tanggung jawab bersama. Di
era globalisasi, menjaga eksistensi Bahasa Indonesia tidak berarti menolak
perkembangan global, tetapi menjadikannya sebagai pijakan untuk beradaptasi dan
bersaing secara sehat. Mahasiswa sebagai generasi terdidik harus menjadi garda
terdepan dalam membumikan penggunaan Bahasa Indonesia yang cerdas, kritis, dan
membanggakan — baik di lingkungan kampus, masyarakat, maupun dunia
internasional. Konteks Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Soal-soal ini bertujuan untuk menggugah pemikiran kritis, kesadaran kebahasaan,
dan sikap nasionalisme mahasiswa.
- Bagaimana
pandangan Anda terhadap maraknya penggunaan bahasa asing dalam kehidupan
sehari-hari, terutama di lingkungan akademik dan media sosial? Apakah hal
tersebut merupakan kemajuan atau justru ancaman bagi eksistensi Bahasa
Indonesia? Jelaskan pendapat Anda.
- Pernahkah
Anda mengalami dilema antara menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa asing
(misalnya, saat presentasi, menulis caption, atau membuat konten)?
Bagaimana Anda menyikapi situasi tersebut dan apa pertimbangan Anda dalam
memilih bahasa?
- Menurut
Anda, apa bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga dan
mengembangkan Bahasa Indonesia di era global? Berikan minimal dua contoh
aksi yang bisa Anda lakukan secara pribadi maupun kolektif.
- Setelah
mempelajari topik ini, apa makna “bangga berbahasa Indonesia” bagi Anda
secara pribadi? Bagaimana sikap ini dapat diwujudkan di lingkungan kampus
dan kehidupan profesional Anda ke depan?
- Bagaimana
peran Bahasa Indonesia dalam membentuk identitas nasional di tengah era
globalisasi yang mengaburkan batas budaya dan bahasa? Apakah Anda merasa
memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan bahasa ini? Jelaskan
alasannya.
📌 Catatan
Penggunaan
- Soal-soal ini dapat digunakan untuk:
✅ Tugas akhir pertemuan
✅ Refleksi formatif setelah diskusi kelas
✅ Portofolio pembelajaran MBKM
✅ Penilaian sikap dan kesadaran kebahasaan
Kesimpulan
Bahasa
Indonesia memiliki peran strategis sebagai pemersatu bangsa, identitas
nasional, serta sarana komunikasi ilmiah dan budaya. Di era globalisasi yang
ditandai dengan dominasi budaya dan bahasa asing, eksistensi Bahasa Indonesia
menghadapi tantangan serius, seperti lunturnya penggunaan bahasa baku,
meningkatnya penggunaan istilah asing, dan rendahnya literasi akademik.
Namun,
globalisasi juga membuka peluang besar bagi Bahasa Indonesia untuk dikenal
dunia, melalui diplomasi budaya, pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk
Penutur Asing), serta potensi menjadi bahasa resmi ASEAN.
Sebagai
generasi intelektual, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menggunakan Bahasa
Indonesia dengan baik dan benar dalam konteks akademik, tetapi juga berpikir
kritis dan menunjukkan sikap nasionalisme dalam merespons fenomena kebahasaan
di era global.
Melalui
pendekatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa didorong untuk
menjadi agen pelestari dan pengembang Bahasa Indonesia — bukan dengan menolak
bahasa asing, tetapi dengan menempatkan bahasa nasional sebagai pijakan
identitas di tengah dunia yang semakin tanpa batas.
✅ KUIS: Bahasa Indonesia dan Era Globalisasi
Petunjuk:
- Pilih satu jawaban yang paling benar.
- Setiap soal bernilai 1 poin.
- Skor maksimal: 10 poin.
Globalisasi
dalam konteks bahasa dapat diartikan sebagai...
A. Penyebaran budaya lokal ke dalam masyarakat desa
B. Proses penguatan bahasa daerah melalui media cetak
C. Masuknya pengaruh bahasa asing ke dalam sistem komunikasi masyarakat
D. Isolasi bahasa nasional dari pengaruh luar
Jawaban: C
Salah
satu tantangan utama Bahasa Indonesia di era globalisasi adalah...
A. Banyaknya penutur asing yang belajar bahasa Indonesia
B. Meningkatnya penggunaan Bahasa Indonesia dalam jurnal internasional
C. Menurunnya minat generasi muda terhadap penggunaan bahasa baku
D. Ditetapkannya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN
Jawaban: C
Program
pemerintah untuk mengajarkan Bahasa Indonesia kepada warga asing dikenal dengan
istilah...
A. KIP
B. BIPA
C. LPDP
D. BUDI
Jawaban: B
Fenomena
penggunaan campuran antara Bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam satu kalimat
disebut...
A. Metafora
B. Alih kode
C. Campur kode
D. Diksi
Jawaban: C
Manakah
di bawah ini yang merupakan peluang bagi Bahasa Indonesia di era
globalisasi?
A. Menurunnya standar penggunaan bahasa dalam media sosial
B. Minimnya literasi Bahasa Indonesia di kalangan muda
C. Banyaknya lembaga asing yang membuka program belajar Bahasa Indonesia
D. Dominasi bahasa gaul dalam percakapan informal
Jawaban: C
Sikap
bangga berbahasa Indonesia dapat ditunjukkan dengan...
A. Menghindari semua bahasa asing dalam komunikasi
B. Menggunakan Bahasa Indonesia hanya di kelas
C. Menyusun karya ilmiah dengan Bahasa Indonesia yang baku dan tepat
D. Mengganti semua istilah asing dengan bahasa gaul
Jawaban: C
Bahasa
Indonesia diakui memiliki potensi menjadi bahasa resmi...
A. Uni Eropa
B. ASEAN
C. PBB
D. UNESCO
Jawaban: B
Salah
satu ciri globalisasi dalam bidang bahasa adalah...
A. Berkurangnya variasi bahasa daerah
B. Bertambahnya kosakata Bahasa Indonesia dari bahasa asing
C. Dilarangnya penggunaan bahasa asing di sekolah
D. Kembalinya penggunaan aksara kuno di media sosial
Jawaban: B
Penerapan
Kurikulum MBKM dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk...
A. Menekankan hafalan kosakata dan definisi
B. Membatasi mahasiswa dari penggunaan bahasa asing
C. Mendorong mahasiswa aktif, kritis, dan kontekstual dalam berbahasa
D. Menghilangkan unsur budaya dalam bahasa
Jawaban: C
Berikut
ini merupakan peran mahasiswa dalam menjaga eksistensi Bahasa Indonesia,
kecuali...
A. Menyusun skripsi dalam Bahasa Indonesia yang baku
B. Membuat konten edukatif di media sosial
C. Menghindari semua bahasa asing dalam percakapan
D. Mengikuti lomba debat atau menulis ilmiah dalam Bahasa Indonesia
Jawaban: C
📊 Skor
dan Interpretasi
|
Skor |
Keterangan |
|
9–10 |
Sangat
baik – Anda memiliki pemahaman tinggi terhadap materi. |
|
7–8 |
Baik
– Pemahaman cukup, perlu sedikit pendalaman. |
|
5–6 |
Cukup
– Masih perlu pemahaman yang lebih dalam. |
|
<5 |
Kurang
– Dianjurkan untuk mengulang pembelajaran topik ini. |
Mata
Kuliah: Bahasa Indonesia (Umum)
Topik:
Bahasa Indonesia dan Era Globalisasi
Bentuk:
Proyek Kelompok
Nama
Proyek: “Kampanye Digital: Bangga Berbahasa Indonesia”
Durasi:
2–3 minggu
Bentuk
Penilaian: Proyek + Presentasi
📝 Deskripsi
Tugas
Mahasiswa
diminta untuk membuat kampanye digital yang bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat (terutama generasi muda) tentang pentingnya menjaga,
menggunakan, dan membanggakan Bahasa Indonesia di tengah arus globalisasi.
Kampanye
ini dapat berupa video pendek, poster digital, infografik, konten media
sosial, podcast, atau blog yang memuat pesan edukatif tentang Bahasa
Indonesia, tantangan dan peluangnya, serta ajakan untuk menggunakan bahasa yang
baik dan benar.
🎯 Tujuan
Pembelajaran
Setelah
menyelesaikan proyek ini, mahasiswa mampu:
- Menganalisis
peran dan tantangan Bahasa Indonesia di era globalisasi.
- Menyampaikan
pesan edukatif secara kreatif dan persuasif dalam Bahasa Indonesia.
- Bekerja
sama secara kolaboratif dalam tim.
- Menggunakan
media digital sebagai sarana komunikasi yang efektif dan bermakna.
✅ Langkah-langkah
Pelaksanaan Proyek
- Pembentukan
Kelompok
- Mahasiswa
dibagi ke dalam kelompok berisi 3–5 orang.
- Riset
dan Observasi
- Menganalisis
isu atau permasalahan seputar penggunaan Bahasa Indonesia di era global
(misalnya: dominasi bahasa asing, penggunaan bahasa gaul, penurunan
kemampuan menulis akademik, dll).
- Mencari data, kutipan, atau studi kasus sebagai dasar kampanye.
- Perencanaan
Kampanye
- Menentukan
tema spesifik kampanye (contoh: “Lawan Bahasa Alay!”, “Bangga Pakai
Bahasa Baku”, “Bahasa Indonesia Go Internasional”, dll).
- Menentukan
media kampanye yang akan digunakan.
- Produksi
Konten
- Membuat
konten kampanye dalam bentuk video, poster digital, podcast, atau blog.
- Konten
harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta dapat
diakses oleh khalayak umum (jika memungkinkan, diunggah ke media sosial
kelompok).
- Presentasi
Hasil
- Mempresentasikan
hasil kampanye di kelas (offline atau online).
- Menjelaskan
latar belakang, isi kampanye, proses produksi, dan dampak yang
diharapkan.
📌 Kriteria
Penilaian
|
Aspek
Penilaian |
Bobot |
|
Isi dan
akurasi materi kampanye |
25% |
|
Kreativitas dan orisinalitas |
25% |
|
Penggunaan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar |
20% |
|
Kerja sama tim dan proses kerja |
15% |
|
Presentasi
dan kemampuan komunikasi |
15% |
Kelompok
yang mengunggah kampanye ke media sosial dan mendapatkan interaksi terbanyak
(like, komentar, share) dapat memperoleh nilai bonus (opsional, sesuai
kebijakan dosen).
💡 Contoh
Tema Kampanye
- “Bahasa
Indonesia Keren Tanpa Bahasa Asing!”
- “Kembali
ke Bahasa Baku”
- “Bangga
Nulis Ilmiah Pakai Bahasa Indonesia”
- “Bahasa
Indonesia Milik Dunia”
📎 Output
yang Dikumpulkan
- Link/soft
file konten kampanye (video, poster, podcast, dsb.)
- Laporan
singkat (2 halaman): latar belakang, tujuan, proses pembuatan, refleksi
tim.
- Slide
presentasi kelompok (jika diperlukan).
TERIMA
KASIH
SEMOGA
SUKSES !



mv.gif)
Assalamu'alaikum wr.wb perkenalan saya DAVID IKSANHADI, izin bertanya...
BalasHapusBagaimana pengaruh globalisasi terhadap eksistensi bahasa Indonesia?
Assalamu'alaikum wr.wb perkenalan saya DAVID IKSANHADI, izin bertanya...
BalasHapusBagaimana Dampak positif dan negatif PERKEMBANGAN bahasa Indonesia di era globalisasi?
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....
HapusSaya nurul hamidah izin menjawab
Bagaimana Dampak positif dan negatif PERKEMBANGAN bahasa Indonesia di era globalisasi?
Dampak positif :
Bahasa Indonesia mempunyai banyak kosakata.
Sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Sebagai identitas dan ciri khas tersendiri dari suatu suku dan daerah.
Menimbulkan keakraban dalam berkomunikasi.
Dampak negatif :
Bahasa daerah yang satu sulit dipahami oleh daerah lain.
Warga negara asing yang ingin belajar bahasa Indonesia menjadi kesulitan karena terlalu banyak kosakata.
Masyarakat menjadi kurang paham dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baku karena sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah tersebut.
Dapat menimbulkan kesalahpahaman akibat kurangnya pemahaman.
Asalamualikum saya
BalasHapusAdam mustakim mahasiswa IAIN KERINCI semester 1 jurusan MPI ingin menjawab peetanyaan
Di dalam era globalisasi seperti ini akan mengalami perubahan dalam berbagai aspek
baik teknologi maupun ilmu pengetahuan. Bahasa nasional kita pun mengalami
perubahan dalam segi pengucapan maupun perubahan kata-kata yang mengikuti zaman
dan era yang baru saat ini .Perlu peningkatan untuk menumbuhkembangkan kecintaan
kita terhadap bahasa nasional kita sendiri sesuai dengan sumpah pemuda.
Derasnya arus globalisasu di dalam kehidupan kita akan berdampak pula pada
perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai pendukung pertumbuhan dan
perkembangan budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dalam era globalisasi bangsa
Indonesia mau tidak mau harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di
bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi dalam hal ini bahasa.
Asalamualikum saya LENITA MERANTI mahasiswi IAIN KERINCI semester 1 jurusan MPI IC ingin menjawab peetanyaan.
BalasHapusMasyarakat Indonesia sebagai
pengguna bahasa Indonesia, dalam
menggunakan bahasa Indonesia.
Masyarakat harus lebih bijak dalam
memilah-milah bahasa baik dan buruk
yang mereka dengar di internet ataupun
media lainnya, sehingga mereka dapat
membatasi penggunaan bahasa alay
yang berlebihan. Selain itu, penggunaan
bahasa Indonesia di halaman-halaman
sosial media atau aplikasi-aplikasi situs
web juga dapat dilakukan agar bahasa
Indonesia dapat menjadi salah satu
bahasa internet, sehingga bahasa
nasional Republik Indonesia ini dapat
menjadi bagian dari globalisasi, bukan
menjadi “korban” dari globalisasi.
pendidikan bahasa Indonesia di sekolah-
sekolah perlu dilakukan melalui
peningkatan kemampuan akademik para
pengajarnya. Demikian juga halnya
dengan Bahasa dan Sastra Indonesia
sebagai sarana pengembangan
penalaran, karena pembelajaran bahasa
Indonesia selain untuk meningkatkan
keterampilan berbahasa, juga untuk
meningkatkan kemampuan berpikir,
bernalar, dan kemampuan memperluas
wawasan.
Nama: cyntiani belinda
BalasHapusKelas: 1C
jurusan: MPI
Sudut pandang saya terhadap fenomena negatif yang masih terjadi ditengah tengah masyarakat saat ini, seharusnya masyarakat mengutamakan bahasa negara serta bahasa bangsa nya sendiri karna bahasa Indonesia adalah bahasa yg wajib di Indonesia,baru kemudian bahasa asing(inggris) dgn demikian bahasa kita tidak punah oleh bahasa asing.
solusinya: masyarakat sebaiknya tidak begitu membanggakan diri dgn kemahiran nya dalam berbahasa Inggris karna bahasa Inggris hanya bahasa sampingan yg digunakan apabila bertemu dgn orang luar negeri, sedangkan bahasa Indonesia adalah bahasa wajib negara kita jadi bangga lah terhadap bahasa negara sendiri.
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusPerkenalkan saya Nirpadlina aida dari MPI 1 C ingin menjawab pertanyaan
Sebagai masyarakat indonesia kita harus menggunakan bahasa indoneaia dg baik dan benar karena b.indonesia merupakan bahasa nasional yang melambangkan negara kita ,sebagai masyarakat yg berbededa suku ,ras, agama,dan budaya kita harus bisa mempertahan bahasa indonesia kita harus bisa melihat atau berpandangan bahwa bahasa indonesia adalah bahasa nasional kita yg biasa di gunakan sehari2 terutama dalam dunia pendidikan . Solusi agar b.indonesia tetap atau harus bertahan yaitu kota sebagai warga negara indonesia harus selalu berpandangan bahwa bahasa indonesia ini adalah lambang dari negara dan harus di junjung tinggi dan bisa di pergunakan bila mana perlu terutama dalam hal globalilsasi ,dan juga kita sebagai warga harus sadar akan zaman yg semakin maju harus mengerti situasi sekarang terutama dlam hal internet dan media sosial lain nya harus selalu menjujung tinggi b.indonsia ,dan jangan pernah atau jangan sampai kalian membangaakan bahasa negara lain karena di indonesia kalian berpegang teguh pada bhinekatunggal ika .tetap bersatu dalam semua hal .agar bisa memberantas semua permasalahan yang ada di era globalisasi
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusPerkenalkan nama saya mela rasika yanti dari jurusan MPI lokal 1 B Semester 1
Kita adalah masyarakat indonesia maka dari itu berbahasa dengan bahasa yang baik dan benar karena walaupun berbeda suku, ras, agama dan budaya. Kita boleh menggunakan bahasa asing atau gaul yg anak remaja mengikuti trend tetapi kita juga harus menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar sehingga bahasa kita gak punah dan bangga lh dengan negara kita sendiri.